Header Ads

POLISI BERHASIL MEMBEKUK 26 PENGEDAR NARKOBA DALAM 1 BULAN TERAKHIR


BORGOL-NEWS.COM, POLRES KARAWANG POLDA JABAR -  Dalam rangka menekan angka kriminalitas terutama peredaran dan penyalahgunaan narkoba, Satuan Reserse Narkoba Polres Karawang telah berhasil megungkap dan menangkap pelaku pengedar dan Bandar narkoba selama satu bulan terakhir.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kapolres Karawang AKBP Slamet Waloya S.H., S.I.K saat pimpin jalannya Konferensi Pers yang didampingi Kasat Narkoba AKP Agus Susanto dan Kasubbag Humas AKP Marjani, yang bertempat di Lobby Mapolres Karawang, Selasa (8/1/2019).

Kapolres mengatakan, pengungkapan jaringan narkotika tersebut berdasarkan hasil lidik dan informasi dari masyarakat yang ditindak lanjuti oleh Sat Narkoba Polres Karawang, sesuai dengan Laporan Polisi sebanyak 26 LP terdiri dari 5 LP hasil operasi Antik Lodaya 2018 dan 21 LP hasil lidik berdasarkan informasi dari masyarakat dengan jumlah tersangka yang berhasil ditangkap dan diamankan sebanyak 26 tersangka terdiri dari 5 tersangka hasil Ops Antik dan 21 tersangka hasil pengembangan, katanya.

Adapun jumlah keseluruhan barang bukti yang berhasil disita antara lain, sabu-sabu sebanyak 89 paket dengan berat keseluruhan 261,16 gram, Narkoba jenis ganja sebanyak 4 paket dengan berat keseluruhan 10,37 gram.

“Selain itu petugas juga berhasil mengamankan barang bukti lainnya seperti Obat-obatan sebanyak 13.215 butir, Tembakau gorila sebanyak 3 paket dengan berat keseluruhan 6,7 gram serta 14 jenis Handphone dari berbagai merk,” tambah Kapolres.

Berdasarkan hasil pemeriksaan Penyidikan tersangka yang berhasil diamankan oleh petugas adalah para pengedar Narkoba yang berada di Wilayah Karawang, mereka mengaku mendapatkan barang tersebut dari Luar Kota kemudian mereka jual kembali di daerah Karawang dengan cara memesan dan kemudian disebutkan Lokasi untuk dilakukan Transaksi.

Rata-rata para pengedar mengaku mendapatkan barang bukti sabu dari para bandar yang ada di luar wilayah Karawang yaitu Jakarta, Dan Kuningan dengan harga 1,5 Juta per gram untuk Narkotika Jenis Sabu dan selanjutnya dijual dengan harga 1,8 Juta per gram.

Latar belakang para pengedar tersebut mayoritas para buruh sedangkan sasaran peredaran adalah terhadap rekan maupun tetangga tempat tinggal sendiri yang sudah mereka kenal dengan tujuan keamanan para pelaku pengedar tersebut dalam melakukan aksinya.

“Untuk para tersangka pengedar sabu-sabu kami jerat dengan Pasal 114 Ayat (1) Jo 112 Ayat (1) UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan untuk pengedar Ganja akan dijerat dengan Pasal 114 Ayat (1) Jo 111 Ayat (1) UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. dan untuk pengedar dengan Barang Bukti lebih dari 5 (Lima) Gram, kami jerat dengan 114 Ayat (2) Jo 112 Ayat (2) UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman minimal 5 tahun dan maksimal seumur hidup atau hukuman Mati,” tegas AKBP Slamet.   (Humas Polda Jabar)

1 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.